Archive | My Thoughts RSS feed for this section

Oleh-oleh Liburan

11 Dec

Kalau gue bilang mau pergi liburan, kemanapun, pasti ada yang nyebut minta oleh-oleh. Bisa jadi cuma becandaan aja, atau memang serius. Tapi gue bukan mau ngomongin oleh-oleh fisik kali ini, tapi lebih ke oleh-oleh kebatinan. Beuh, berasa ngebahas something-magic gak sih? *cue-Magic-byColdplay*

Tiap kali gue pergi liburan, mau itu di dalam negri atau luar negri, selalu punya pengalaman yang bikin “nohok” dihati dan itu yang gue sebut oleh-oleh kebatinan.

Pas pergi ke Tana Toraja sendirian, walaupun uda dianterin kak Husni ke terminal bus di Makassar dan dia ngeliat gue naik busnya, duduk dibelakang pak supir yang siap bekerja – teteup ada rasa parno dalam hati. Watir apakah bakal nyampe dengan selamat di Rantepao-Tana Toraja dan bisa ketemu omHarr & the gank dengan kondisi hati utuh. Di tengah perjalanan tengah malam itu, busnya brenti disuatu  kota dan akhirnya gue punya teman sebangku. Ibu-ibu guru sekolah di Makale (kota sebelah Rantepao), pas dia naik dan bersiap tidur juga geraknya pelaaaaaannnnnnn banget. Mungkin karna takut gue merasa terganggu, sayangnya gue tuh malah sensitif gerak-suara yang super pelan gitu. Singkat cerita, malah jadi ngobrol bisik-bisik sama ibuke. Duh, kayak lagi ngobrol sama wise-women gitu. Diceramahi soal hidup tapi kayak ndak diceramahi, gimana ya jelasinnya… pokoknya abis ngobrol sama ibuke secara doi ngantuk banget ya, gue jadi ngelamun sambil liat gelap diluar bus. Gue inget mikir gini “Edan lah Trid, hidup lo itu anugerah. Kampret banget lo ngejalaninnya setengah-setengah gini. Kalo lo mati kecelakaan malam ini, hidup lo gak ada maknanya bener.”

Awal tahun 2014, gue beruntung bisa mengunjungi Jepang walau gak ke Kyoto dan Osaka – cukup puas main disekitaran Tokyo dan Gunung Fuji. Nah salah satu tempat yang disambangi tu Gotemba, tempat factory outlet brand-brand ternama. Setelah muter-muter sejam, gue capek banget dan duduk di bangku kayu yang ada, dan agak kriyep-kriyep secara anginnya enak bener cepoy-cepoy kayak-dibelai-kamu. Handphone yang gue pegang gak sengaja kegeletak aja disamping, pas kesentak bangun kelupaan gak dibawa. Pas gue jalan uda mo nyampe pintu keluar baru nyadar handphone gak ada di saku jaket – panik dong gue langsung lari balik ke bangku kayu bukan-ke-mantan-plis dan uda mo mewek aja mikir uda hilang lagi tuh handphone karna seminggu sebelumnya gue kecopetan handphone di Kopaja 613 huhuhuhuhuhuhu~ Pas gue nyampe di bangku itu, ada dua cowok Jepang lagi ngutak-ngatik handphone gue itu, pas tak samperin dan bilang itu punya gue – mereka ndak langsung percaya (huft. plis ya gue bukan kaum copet barang ya, copet hati sih mungkin #EEEEAAAAKKKK) sambil senyum-senyum-ganteng (yawlaa cowok Jepang itu unyu-unyu minta dibawa pulang) tapi pas gue minta untuk di-unlock dan tunjukin folder selfie picture gue yang bejibun itu baru mereka angguk-angguk sambil senyum bahkan bilang “Happy holiday” dengan broken English sambil bungkuk dikit. Dari sini gue diingetin untuk jangan berprasangka buruk terus atas kejadian buruk yang menimpa gue, kejadian satu dengan lain belum tentu berhubungan. Satu orang kurang-baik tidak berarti semua orang itu tidak-baik. Diingetin untuk lebih kalem dan lebih ikhlas atas apapun yang terjadi. #plak

Gue dadakan mo join Riri dan Antho liburan ke Penang tahun lalu, tapi karna cuti terbatas akhirnya gue beli tiket pulang-pergi sendiri ndak ikut rombongan hore. Di hari terakhir di Penang, gue mo puas-puasin perut dengan makan enak dan deket hostel ada tempat ayam panggang yang selalu rame namanya Goh Thew Chik di daerah Lebuh Chulia – akhirnya gue nangkring disitu makan sore. Karna penuh, gue akhirnya join di meja bundar dengan orang lain. Tapi ya itu karna rame bener, susah juga mo order makanannya. Di meja itu ada middle-aged man kayaknya nyadar gue kebingungan dan bantuin order nasi ayam panggang dan teh tarik. Dia bahkan kasih tau gue klo bakal lama servednya karna ayamnya lagi dipanggang. Sambil nunggu mainan hape, tiba-tiba pak cik ini ngajak gue ngobrol dan nanya-nanya kenapa, sama siapa, dari mana. Setelah cerita tentang gue, pak cik ini cerita istrinya asli Medan dan dia punya usaha fish ball soup di daerah situ juga. Eh terus dia malah komentar soal beruntungnya gue sebagai orang Indonesia dan tinggal di Jakarta. “Indonesia is a big country and have great potentials. Economy still growing, unlike here in Malaysia.” DEG! Gue cuma bisa senyum karna nohok banget kakak! Betapa selama ini gue sering merasa Indonesia tu lebih banyak gak baiknya dibandingkan baiknya (apalagi sekarang ini ya…) tapi diluaran sana kak, banyak yang iri dengan keberadaan kita disini dan apa yang kita punya saat ini. Apa yang terlihat sebagai kekurangan kita, mungkin adalah sesuatu yang dibutuhkan orang lain. #tampardirisendiri

Di trip Penang itu juga gue punya kenalan baru, Yayi @meirizka dan di bulan Agustus 2015 tak lama setelah acara pertunangannya – she lost her battle against her illness and left her loved ones for a better place in heaven. Waktu – sesuatu yang tidak terlihat, tidak terdefinisi, tidak terkalkulasi dan tidak terkontrol oleh manusia.

Its quite heavy post, i know – but i need to write this as if i owe it to my past-self and future-self. Ini oleh-oleh untuk diri gue sendiri.

pergi-pergi yuk!

31 Oct

Waw! Ternyata blog ini masih hidup dan masih ada yang baca *salim-atu-atu*

Post ini terinspirasi dari kemacetan Jakarta yang bikin pusing liat ke jalanan, akhirnya melototin layar aja deh. Lumayan sekalian bersihin laba-laba dari blog ini 😀

Ada banyak yang nanya kenapa sih ndak pernah posting lagi (berasa terkenal padahal yang nanya cuma segelintir hahahaha), sebenarnya emang dasarnya udah males sik. Ditambah tema blog ini sebenarnya liburan kan, tapi dari 2014 sampai dengan sekarang ndak terlalu banyak jalan. Kalaupun pergi-pergi, lebih ke reality-escape-kind-of-vacation bukan menjelajah tempat (atau hati) baru. Jadi agak susah menerjemahkan pergi-pergi itu ke dalam sebuah cerita, karna emang ndak ada yang bisa diceritain juga percis kayak.. ah sudahlah. *ketawa-miris*

Continue reading

One of the best trips: #KambojaYuk

9 Jun

Trip #KambojaYuk yang bikin gue, Donal dan Ojie keliling 3 negara dalam waktu 7 hari ini lumayan lama persiapannya. Selama BBM conference chat yang kami pertahankan dari bulan Agustus 2012 sampai akhirnya Donal pindah aliran ke Android bulan lalu. Hihihi…

Continue reading

Travel-Buddy

22 Feb

When it comes to traveling, i always fall into excitement.

The browsing about where-to-go, how-to-travel, when-to-depart, where-to-eat, and ultimately who-i-go-with?

I do like solo traveling, but a travel-buddy will make the whole difference on how you enjoy the trip. A good travel-mate will make a joyous trip, a bad travel-buddy will make a disastrous trip. Believe me, you just don’t want a bad travel-buddy, it is baaaadddd for your sanity. =))

Luckily for me, i met a perfect travel-buddy among my colleagues at work. Amazing eh?

I met Juna (actually her name is Juni..) on 1 May 2007, our very first day working at some foreign bank in Jakarta. We’re getting closer each day with some other friends. It lead us to our very first trip together – to Bali (you can read the story here).

Since then, we just can’t stop thinking “hmm, where to go next? when the budget airlines are having a great sale?” Plus we don’t have anyone who objected our hobby, and we’re very single at that time. Single, lots of money and lots of leave balance…perfect life! Oh well, its back then thou… Don’t ask us now, or you will be a very unlucky person of the day. =D

Its easy to plan a trip with Juna since we have a pretty much same background. Oh no, i don’t talk about race nor family. But we are a simple traveler with a simple vision about it…we’re just happy being on a trip. We hate to be worrying on simple things. Kalau bisa mudah, kenapa harus susah? Don’t rich people difficult lah. =D

We’re not a super wealthy people, thus we do plan our trip well. We talk about money bluntly. If one of us cannot afford it, then we find other place or other way to reach it. Both of us did not make any itineraries, can you believe that? Mwahahaha.. We only bring a travel book for reference and just wandering the places as far as our feet can make it.

Lack of topics to talk?? No, it won’t happen to us. We can talk for houuursssss…on the same topic and we have a lot of topics to be talking about. Not to mention gossiping. Bhihihik!

Ah i miss being on a trip with Juna. Its been a while since we’re working for a different company now and struggling in the hectic-ness of being a corporate slave. When i able to take leave, she couldn’t. Vice versa.

People said that if you want to know a true character of a person, go travel with them. If its the case, then me and Juna already tested for the past 5 years, and (un)fortunately we can bear each other’s quirkyness. =))

Do you have a steady travel-buddy? Keep them as friends or marry them – if you dare. 😉

 

Me and Juna

Me and Juna

 

Cheers,

Achied

 

PS: This post and picture are submitted for Turnamen Foto Perjalanan

Do we need a label for traveling?

31 Jan

Pernah gak lo ditanya “Elo itu traveler kayak apa sih?” sama sekeliling lo?

Gue sih terlalu sering.

Pada awalnya, karena sering ditanya begitu, gw jadi ngoprek istilah pejalan. Akhirnya dapat tiga istilah pejalan turis, backpacker, dan flashpacker. Gue bahkan mengikuti milis dari dua istilah pejalan yang terakhir.

Setelah tahu mengerti arti/definisi dari tiga istilah pejalan itu, gue merasa ‘klik’ dengan sebutan flashpacker. Ada yang temenan sama gue di Facebook? Nah di bagian interest, gue menyebut soal flashpacking. 😉

Tapi tahun kemarin adalah tahun eksperimen jalan-jalan gue. Most of my trips are unplanned well, but somehow they went great!
Dari semakin gue sering jalan-jalan, semakin banyak ketemu dan ngobrol dengan sesama pejalan…semakin gue merasa, istilah pejalan ini koq udah kayak label for traveling ya?

Continue reading

What triggered you to visit one particular place?

13 Dec

Today, on this so-called unique date, i decided to watch one movie titled 5 Cm.

This movie is an adaptation from a novel with the same title which published back in 2005.
The novel itself was the trigger why i visited Semeru and Broom back in 2006. Never cross my mind that i would dare to climb the highest mountain in Java island. But the novel made me to. And the journey went awesome, still remember each moment of it.

I didn’t reach the mountain peak which called Mahameru. I almost passed out twice during the journey to Ranu Kumbolo, one of Semeru’s beautiful lake. Ranu means lake in Javanese.

I won’t say it’s once a lifetime trip. Because i still keep my dream to visit Semeru, one day, somehow.

Holiday Soundtracks

4 Dec

I love music eventhou i can’t play well one of the instrument. (._. )7

But music always there, accompany me through it all. The joyous and saddest moments in my life. I believe everyone of us have their own soundtrack of life.

Every time i went on a trip, usually i re-arrange my iPod playlist to boost up my mood. This is really important as i often experienced flight delay here and listening to good music can sooth my angry-mood, a bit. 😀

Here a glimpse of my holiday soundtracks,

1. I’m Yours – Jason Mraz

2. Lazy Song – Bruno Mars

3. Burung Gereja – Nugie

4. Holiday in My Head – Smash Mouth

5. I Feel Love – Donna Summer

6. Mahadewi – Padi

7. The Girl From Ipanema – Stan Getz & Joao Gilberto

8. You Get What You Give – New Radicals

9. Seven Days in Sunny June – Jamiroquai

10. Sympathique – Pink Martini

..and so on.

Still having a lot of tracks but if i write it on this blog…oh well, this can be the longest post i ever write. 😀

What is your holiday soundtracks?

 

Cheers,

Achied