Melaka dalam sekejap

12 May

“Cuy, kita di Malaysia mo kemana?”

“Lah bukannya keliling di KL aja?”

“Gimana klo tek-tok ke Malaka?”

“Emang bisa alias keburu gitu tek-tokan ke Melaka dari LCCT?”

“Bisaaa..bisaa.. Kita pasti bisa!”

“Ngg… okesip!”

Itu kira-kira percakapan antara gue, Donal dan Ojie saat membuat itinerary perjalanan 3 negara kami – Malaysia, Kamboja & Singapura , Maret lalu. Kami punya waktu lowong semalam di Malaysia sebelum melanjutkan ke negara tujuan utama perjalanan kami yaitu Kamboja.

Tadinya gue pikir kita akan keliling di KL saja berhubung LCCT (budget airport-nya Malaysia) juga sudah cukup jauh dan biar gak kecapean. Tapi Donal dan Ojie udah firm pisan berencana tek-tok ke Malaka. Gue tadinya gak tertarik karna takut kecapean euy. Maklum pejalan jompo. πŸ˜€

Bukan Donal dan Ojie namanya klo ga bisa meyakinkan gue untuk ikut serta. Oh well, eman dasarnya gue pejalan murahan juga sih. Gak seru juga keliling KL sendirian, dan gue gak terlalu demen ama tu kota. Mending jalan sendirian di Jakarta deh. ;-))

….

Sabtu, 16 Maret 2013 – 10.00 AM (GMT+8)

Akhirnya mendarat di bandara LCCT, Sepang Malaysia dengan selamat. Kelar urusan imigrasi, kita lanjut nyari paid-locker storage. Ini tadinya khusus buat gue aja karna aslik gak bakal kuat deh gendong-gendong ransel kemana-mana selama 24 jam. Mending bayar ekstra biar nyaman jalannya. Eh ternyata loker berbayar ini gak terlalu sadis harganya, dengan MYR 45 kita bisa dapet loker yang muat 3 ransel gede (gue 34 L, Donal 28 L, Ojie 42 L) skaligus selama 24jam. Walhasil Donal & Ojie pun tergoda untuk nyimpen ransel juga. Ihiy!

Kelar urusan titip-menitip ransel ini, kita langsung nanya-nanya cara transport ke Melaka langsung dari LCCT. Sebenarnya kita uda browsing dan nanya kak Hardi yang udah lebih dulu pergi kesana. Akhirnya kita memutuskan untuk naik bus ke KL sentral dulu kemudian lanjut MRT ke Bandar Tasik Selatan untuk tiba di Terminal Bersepadu Selatan lalu nyambung bus ke Melaka.

Perjalanan ke KL sentral ini lumayan lama juga sekitar 1,5jam. Cukup deh reserve tenaga gue yang belum sempet tidur sama sekali dari hari jumat. *yawn* Di KL sentral kami agak bingung sejenak naik jalur yg mana untuk ke MRT Bandar Tasik Selatan. Menurut kak Hardi, kami melakukan hal mubazir seperti dia – buang2 waktu karna sebenarnya dari LCCT bisa naik kereta ke KL Sentral yang bisa berhenti di Bandar Tasik Selatan. Jadiiii gak perlu buang2 waktu sejam lebih ke KL Sentral. Huhuhu…

Some people said, its not about the destination but the journey itself… *pembenaran*

Jadi klo tgl 16 Maret 2013 kemarin liat ada 3 bocah lucu nan menawan hati muter-mter di Stasiun KL Sentral Malaysia dan terlihat disorientasi tempat…ya itu kami. ;-)) Disini kami menunggu MRT menuju Bandar Tasik Selatan sambil foto2 narsis tentunya.

KL Sentral - Malaysia

Tiga Bolang narsis di KL Sentral
credit: backpackrozy.blogspot.com

Eh pas poto2 ternyata kami berdiri tidak jauh dari tiga orang WNI yg mencari nafkah di Malaysia dan KEBETULAN satu dari mereka juga mau ke Melaka. Horeee!! *joged-banana* Akhirnya kami gak keliatan amat disorientasi untuk pergi ke Melaka apalagi nyasar. Hihi…

Di MRT Bandar Tasik Selatan kami berhenti dan jalan ke Terminal Bersepadu Selatan untuk lanjut naik bus ke Melaka. Dan pas kita beli tiket bus, ternyata dalam 5 menit kita akan langsung berangkat. *lari-lari* *ngos-ngosan* *jompo-beud*

Gue surprised liat busnya, KURSINYA GEDE-GEDE dan EMPUK kakaaa..

Bus ke Melaka

Di bus menuju Melaka
Biar baru tidur 1,5jam, biar muka lecek – narsis itu perlu! πŸ˜€

Setelah 2 jam perjalanan yg diisi dengan tidur nyenyak, akhirnya kami sampai di Melaka Sentral. Ini mirip dengan KL Sentral dimana tempat belanja (mirip Melawai Plaza gitu..) dan terminal bus dalam dan antar kota Melaka. Pas sampe, kita langsung cari loket bus untuk kembali ke LCCT jam 12 malam. Klo lewat jam 12 malam nanti makin cakep kita-nya. Berabe nanti. *muntah-kelabang* Gak deng, emang bus terakhir itu jam 12 malam koq. Hehe..

Bingung gak dari tadi gue belum post makanan sama sekali?? Karna emang kami belum sempat makannnn…huaaaa…laparrrr… Sambil nunggu 2 bocah nyari toilet, gue iseng beli cemilan. Kaya Ball yg isinya Srikaya dan Coklat. Enakkkkk… *efek-kelaparan*

Kaya Ball

Cemilan khas Melaka – Kaya Ball

Dari Melaka Sentral, kita musti naik bus (lagi dan lagiii..) ke daerah wisatanya itu loh. Disini busnya gak ngasih tau rute-rutenya di kaca depan model patas ac ato mayasari bhakti. Kita diberitahu untuk ambil bus no 17, tapi insting orang yg suka nyasar…marilah kita cari bus yg diisi banyak orang asing yg terlihat mo liburan juga. Yah klopun salah, bareng-bareng gitu. *achied-anaknya-mainstream-abes!*

Gak nyampe 10 menit, kita sampai di daerah wisata Melaka. Pas mo turun, eh pas turun hujan gede… ealahhhh. Gak bawa baju ganti pulak, yasudahlah kita main hujan-hujanan saja. Maklum kami sampai di Melaka sudah lewat jam 3 sore, gak mau ngabisin waktu lagi cyinnn… πŸ˜€

Christ Church Melaka

The famous Christ Church Melaka

Image

Cute Rickshaw – Melaka

Menyusuri jalan dari Christ Church sampai ke Museum Melaka lumayan bikin mo makan orang sangking lapernya. Akhirnya kita nyari foodcourt deket-deket dari daerah Bangunan Merah ini. Pas liat plang Pahlawan Food Market rasanya pengen sujud syukur. *lebay*

Image

Pahlawan Food Market – Melaka

Image

Melaka cuisine – Chicken Rice Ball
Enaknya ampe masih bikin ileran pas nge-post foto ini.

Image

Melaka cuisine – Prawn Noodle

Kami tuh makan menjelang jam 4 sore. Asli kelaperan sangat sampai ga sempet foto-foto makanan lengkapnya. Kalap cyin! :’)) Nah perut sudah terisi, siap mo keliling Melaka lagi. Siapa tahu bisa liat sunset selat Melaka juga kan……..

Yang ternyata kami nyasar jauh beud pas nyari Selat Melaka ini. Tak pikir gampang, liat plangnya ada sih terlihat tanda-tandanya. Tapi setelah jalan muter-muter malah makin gak yakin arahnya bener atau nggak. Hihihi…

Akhirnya kita balik ke area Bangunan Merah, dekat dengan Christ Church Melaka. Mo skalian poto-poto juga dengan lights on. Eh ternyata ada ruins of St Paul juga toh disini, mirip dengan di Macau tapi setidaknya disini ga hanya tampak depan, didalamnya juga masih lumayan keliatan konstruksi awalnya.

Image

Ruins of St. Paul – Melaka

Image

Inside Ruins St. Paul – Melaka

Image

Menanti senja berlabuh di Selat Melaka

Image

Ojie didepan area Christ Church Melaka waktu malam

Kaki udah mulai payah banget nih jam 9 malam, akhirnya kita mutusin untuk nyari bus untuk kembali ke Melaka sentral. Tapi…ternyata…busnya ga muncul-muncul masaaa… Yang lucu, nanya sama orang lokal, katanya bus ke arah sentral udah gak ada jam 9 malam! Bujud dah!

Akhirnya dengan berat dompet, kita naik taksi seharga MYR 20 untuk perjalanan 10 menit menuju Melaka Sentral. Untung bertiga… (Indo banget ya, dikit-dikit ya untung… hihi..)

Melaka Sentral. 11.30 PM.

Melaka Sentral. 11.30 PM.

Sampai di Sentral langsung nyari tempat makan yang masih buka. Fiuhh..untunglah masih ada. *elus-elus-perut yang sudah mengecil*

Nasi Ayam khas Melaka

Nasi Ayam khas Melaka

Berhubung bus-nya baru datang jam 12 malam dan muka gue uda gajebo banget minyaknya. Bayangkan terakhir gue mandi itu 22jam sebelum gambar makanan diatas diambil. Terima kasih untuk penemu pewangi badan aka parfum! Great invention! ;-))

Waktu cepat berlalu memang kalau kita melakukan hal yang disukai bersama orang-orang yang kita sukai pula.

Sampai jumpa, Melaka. Gue akan kembali dan kali itu, gue bakal nginep sehari deh. Pinky swear! :”)

Cheers,

Achied

Advertisements

6 Responses to “Melaka dalam sekejap”

  1. winnymarch November 8, 2013 at 5:06 PM #

    i was there and its amazing trip

  2. turiscantik April 22, 2014 at 1:40 PM #

    Kulineran di malaka emang mantab!

    • achiedz May 19, 2014 at 6:47 PM #

      Buanget!
      Kuranggg lama euy di Melakanya.

      trims uda mampir ya! πŸ™‚

  3. kredit tanpa agunan June 19, 2014 at 10:13 AM #

    kulinernya sangat menggoda sekali tuhh
    perut ane jadi keroncongan hehehe
    dari jakarta itu memerlukan berapa jam tuh gan untuk bisa sampai ke sana ?

Trackbacks/Pingbacks

  1. One of the best trips: #KambojaYuk | Fakir Liburan - June 9, 2013

    […] Melaka Dalam Sekejap […]

  2. TRAVELoscope: 2013 | Fakir Liburan - December 30, 2013

    […] Melaka Dalam Sekejap […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: