Pulau Macan!

28 Jul

“Trid, ada 3 project ya yang harus kelar di kuartal awal tahun depan. Kamu sanggup kan?”

Pertanyaan yang dilontarkan bos gue pada saat menjelang akhir tahun 2010 ini terasa retorikal.

Ya gak mungkin juga gue jawab, “Waduh gak kebanyakan tu bos?”Β Bisa mendadak waktu tidur siang gue makin banyak alias dirumahkan. 😐

Pada saat yang sama, sebenarnya gue lagi merasa sumpek. Bukan karena pekerjaan tapi ada rasa gelisah untuk keluar dari rutinitas sejenak. Untuk memperbaharui semangat yang pada saat itu sudah tipis, bahkan sudah pakai cadangan darurat.

Kombinasi pekerjaan yang sibuk dan tekanan untuk menyelesaikan sekolah terasa makin menggerogoti jiwa.

Oke! Gue HARUS liburan, kemanapun dan bagaimanapun caranya!

Entah mengapa saat itu terpikir untuk leyeh-leyeh di pantai atau laut. Tidak harus jauh dari rumah karena saat itu tidak memungkinkan bagi gue untuk mengajukan cuti.

Tujuan pantai atau laut yang paling logis dengan lokasi yang dekat dengan rumah adalah Kepulauan Seribu. Tapi dari sekian banyak pulau yang berserakan di wilayah Jakarta Utara ini, pulau manakah yang menarik hati?

Entah mengapa (lagi) saat itu jari gue otomatis meng-scroll semua BBM profile picture. Hmm… ada satu profile picture yang bikin jari ini gatel untuk nge-zoom gambar milik Natalia, salah satu kolega.

Profile Picture Natalia yang membuat gue KEPO!

Well, i think this is a perfect place for me to be excluded from the life’s madness – for Β a while. Setelah bbm-an panjang dengan dia, baru tahu kalau ini adalah Pulau Macan yang letaknya di Kepulauan Seribu.

IH, PAS BETUL! πŸ˜€

Setelah dapat contact person pulau Macan, tidak lama kemudian gue langsung heboh googling pulau ini. Gue terpana lihat website tempat ini – http://www.pulaumacan.com

“Ini tempat, gue banget!”

….

Buat gue, liburan itu tidak selalu harus naik pesawat. Tidak juga harus ke luar kota. Tidak hanya sekedar foto-foto di objek wisata ataupun wisata kuliner.

Liburan adalah saat dimana gue merasa rileks, mengambil nafas sejenak dari riuhnya kehidupan dikota dan mensyukuri bahwa gue masih dikasih kesempatan untuk bersyukur akan hidup ini. πŸ™‚

….

Pulau Macan menawarkan tempat ciamik untuk beristirahat, tanpa terganggu dengan suara mobil. Bahkan dia tidak menyediakan televisi! Tempat yang pas untuk gue yang saat itu hanya ingin beristirahat dan menikmati alam tanpa harus riweuh nyari tiket pesawat, penginapan dan bikin itinerary. Woohoo!

Sangking bersemangat, gue langsung nge-tweet salah satu foto di website mereka.

Don’t you wish to be leyeh-leyeh here? source: http://www.pulaumacan.com

Tidak lama, gue menerima beberapa mention dari teman/kolega di kantor lama. Mereka juga adalah para fakir liburan. Raga memang di kantor, tetapi jiwa berkelana jauh di luar kantor! πŸ˜€

Dari berbalas tweet singkat, kami langsung rembukan mau ke Pulau Macan tanggal berapa dan ambil cottage/hut yang mana.

Saran dari Natalia, karena kita ber-empat, lebih baik kita booked cottage/hut yang paling besar yaitu Sunset Hut. Sayangnya Hut ini juga favorit banyak pengunjung. Dari awalnya mau kesana Desember 2010, baru kesampaian awal Februari 2011.

Liburan ke Pulau Macan ini, semuanya serba di-paket. Intinya lo uda bayar semua di awal, pas hari H tinggal bawa diri dan baju ganti. Alat snorkeling pun sudah disediakan oleh pemiliknya termasuk sepatu karet biar tidak luka karena Bulu Babi berserakan disekeliling pula ini. Cihuy banget kan? #AchiedAnaknyaMauEnakSelalu πŸ˜€

…..

Sabtu pagi, kita semua kumpul di Pantai Marina, Ancol. Karena speedboat atau yacht yang disewa oleh Pulau Macan untuk mengantar tamu ke dan dari pulau, diparkir disitu.

Perjalanan dari Pantai Marina sampai dengan Pulau Macan, memakan waktu sekitar 80 – 90 menit. Berangkat jam 8 pagi, sampai di pulau sekitar jam 9.30. Kalau ombaknya gak rewel, bisa tidur. Pas gue kesini, lagi musim hujan, jadi aja perahunya bergejolak bergembira macam wahana di Dufan. Untung sudah minum Antimo!

Sampai di Pulau Macan, kita belum bisa check-in ke cottage/hut karena tamu sebelumnya biasanya baru keluar jam 12 siang. Jadi kita leyeh-leyeh dulu di pondok santai.

Pondok Leyeh-leyeh

Pondok Leyeh-leyeh

Papan Itinerary. Ini jadwal dari Macan, boleh ikut atau enggak. πŸ™‚

Karena kami sampai ke pulau ini menjelang jam 10 pagi, dan biasanya tamu baru check-out menjelang jam 12 siang, sambil bersantai ria – kami dapat menikmati menu sarapan dan minuman yang memang disediakan 24 jam bagi tamu. Minumannya terdiri dari Buavita, teh, kopi dan air mineral.

Intinya mah kita kayak majikan disini, segalanya tersedia – tak perlu mikirin bayar ini itu lagi. πŸ˜€

Makan yuk! Minum yuk!

Pengen nyebur gak sih??

Pulau Macan yang gue tinggali ini tidak punya pantai landai, tapi dari gambar diatas kelihatan kan pasir dilautnya. Nah itu lautnya berarti tidak begitu dalam. Dan nikmatnya, ombaknya tidak besar disini! Mau semalam suntuk hujan gede pun tidak akan membuat permukaan laut lebih tinggi dari karang yang mengelilingi pulau. Yay!

Setelah kenyang makan siang dan main di laut depan pulau ini, akhirnya kita bisa masuk ke hut kita yang legendaris itu. *tsaah*

The Sunset Hut

The Hut’s sundeck

Gak tahu ada ilmu santet apa yang bikin tiga temen gue setelah masuk pondok nan super nyaman ini – gak mau keluar lagi dan mereka langsung tidur siang dengan nyenyak!

Berhubung gue sudah sakaw laut dan berniat untuk snorkeling akhirnya gue bergabung dengan island-hopping tour yang sudah di-arrange oleh pengurus pulaunya. Tida orang ini sudah gue ajak tapi tidak digubris. Hiks!

Kapal nelayan yang digunakan untuk island-hopping

aku-patah-hati! #LosPokus

Karena gue jalan-jalan sendiri terpisah dari rombongan manula yang sedang tidur nyenyak, jadinya tidak ada foto gue lagi snorkeling asik di pulau-pulau tak berpenghuni dekat dari pulau Macan ini.

Tapi bukan gue kalau tidak PD-jaya untuk minta tolong pasangan turis dari Jepang untuk mengambil foto gue sendirian. Kendala bahasa bukan masalah! Nyahahaha!

Narcistic Islander

Narcistic Islander

Sebelum matahari terbenam, kita sudah sampai di Pulau Macan kembali untuk bersih-bersih diri dan hati.

Tradisi di Pulau Macan, semua tamu bisa masuk ke Sunset Hut untuk menikmati pemandangan matahari yang siap kembali ke peraduannya. Agak kaget juga dikunjungi orang asing yang bebas keluar-masuk ke pondok kami, tapi berhubung sudah tradisi, apa boleh buat. Lumayan cakep juga sih yang datang saat itu. *LosPokus*

Sunset-nya tidak begitu jelas karena cuaca kurang bersahabat euy.

Sudah mandi. Sudah foto sunset. Sudah kenalan dan jadi juru bicara penghuni sunset hut karena yang lain kelewat sibuk sama kamera canggihnya *nada iri mendengki*.

Sekarang siap makan malam bersama seluruh penghuni pulau. Yaay!

Satu hal yang sangat gue perhatikan disini, makanannya enak-enak! Bisa masuk ke selera lokal maupun orang asing – konon koki-nya memang sudah terbiasa jadi asisten rumah tangga orang asing di Jakarta. *sungkem sama ibu koki!*

Suasana makan malam bersama ini bikin hati gue adem. Semua orang heboh bercerita satu sama lainnya, bahkan beberapa yang gue ajak ngobrol sampai kelewat bersemangat menceritakan perjalanan dia di Indonesia. Lucu tapi bikin terharu karena mendengar langsung pujian orang asing terhadap keindahan alam Indonesia. :’)

….

Sewaktu gue sharing tentang Pulau Macan ini lewat Twitter, Β ada beberapa nada sinis.

“Yaelah Chied, elo itu bayar duit segitu ke Pulau Macan. Jatuhnya ke orang asing! Pulau itu kan milik orang asing, orang Italia.. Mainnya ke pulau X dong. Biar duit lo itu dinikmatin orang Indonesia juga.”

Hmm.. Bagaimana ya gue bisa mengungkapkan perasaan gue waktu dengar komen itu? Rasanya pengen lempar pakai buku Lonely Planet nan tebal itu sik! 😐

Selama gue mengurus trip gue ke Pulau Macan, tidak sekalipun gue berurusan dengan pemilik pulau ini ataupun orang asing. Semuanya dari CP, yang ngurusin di Pantai Marina, pengurus pulau, sampai ke koki pun adalah orang Indonesia. Dan dari hasil pembicaraan iseng dari salah satu bapak pengurus pulau ini, mereka sangat senang kerja disitu Β karena gaji yang sepadan dan majikan mereka cukup baik.

Salah satu nilai lebih dari pemilik asing -menurut gue- mereka tidak kejar profit semata. Ada tujuan lain, salah satunya mempromosikan eco-green lifestyle lewat Pulau Macan ini. Dan mereka bisa sangat ketat menjaga keindahan pulau ataupun resort yang mereka miliki.

Maksimal tamu yang dapat diterima Pulau Macan adalah 30 orang. Itupun kalau cuaca cerah, tapi kalau buruk – mereka hanya menerima kurang dari itu. Karena mereka takut pulau tidak dapat menahan beban lebih banyak. Mereka berani loh menolak tamu yang hendak datang ke Pulau Macan dengan alasan yang sangat logis.

Kembali lagi ke komentar sinis yang tidak menyenangkan untuk didengar itu – gue rela pulau ini dikelola orang asing selama keindahannya terjaga, memberdayakan orang Indonesia secara manusiawi dan mereka bayar pajak yang sesuai ke pemerintah Indonesia. Itu pendapat gue. πŸ™‚

….

Sudah dua kali gue berkunjung ke pulau ini dan tiap kali pulang dari situ selalu dengan hati nyaman dan pikiran tenang.

Satu malam di Pulau Macan memang terasa sangat singkat, tapi cukup menggoda untuk menengok indahnya lagi dan lagi.

Macan yuk! πŸ™‚

Cheers,

Achied

Advertisements

15 Responses to “Pulau Macan!”

  1. harry mdj August 17, 2012 at 4:56 AM #

    lho kok putus ceritanya!

    • fakirliburan August 23, 2012 at 4:34 PM #

      udahhhh.. udahhh kelarr nehh… Hih! macam tukang kredit saja kau!

  2. harry mdj September 18, 2012 at 3:24 PM #

    hohoho akhirnya kelar juga, osemmmmm. BTW pengen nih coba sensasi mewah nan ciamuknya πŸ˜₯ andai…ah sudahlah

    • fakirliburan September 18, 2012 at 4:33 PM #

      Mau ke Macan, om? Gampang!

      Masuk ke webnya http://www.pulaumacan.com >> cari bagian contact person >> telp orgnya >> transfer duitnya!
      Ya paling ga nongkrong2 lucuk aja bbrp bulan hohoho… *kompor mleduk* *DUK!*

  3. Dwi Ulfa Wulandari September 18, 2012 at 10:38 PM #

    huwoooo…kereeeeennnn
    tapi mahal bener hiksss *nabuungg*

    • fakirliburan September 19, 2012 at 7:58 AM #

      Iya Macan emg mahal beut. Tp sepadan sm fasilitasnya sik.

      Kitah ke pulau Pari aja yuk!

  4. ulpa September 19, 2012 at 11:52 AM #

    Kapaannnn, kakkk?

  5. agista wiranata October 29, 2012 at 8:37 AM #

    buat yang (agak) kere kayak saya gini ada trip yang cocok buat kantong nggak ya..? *ketip-ketip*

    • fakirliburan October 29, 2012 at 9:46 AM #

      WOHHH ada cowoG komen di blog akuh! *bakar-petasan* :)))

      Ada banyak trip murah ke kep.seribu, Gist. Klo ga salah mulai dari 200ribu juga ada.
      Semak Daun malah bisa kemping, jadi ga usah bayar penginapan.

      Jadi..kapan ajak akuh main kemping2an? *kedip-kedip-kelilipan-hans*

  6. Hans October 29, 2012 at 11:01 AM #

    Ih Rumpik dweh *sambil bedakan*

    • fakirliburan October 29, 2012 at 12:01 PM #

      Ishh..pake kertas minyak dulu ceu.
      ntar belepetan bedaknya..

  7. yusuf July 12, 2013 at 5:31 PM #

    pulau macan bukan punya orang asing mba

    • achiedz July 15, 2013 at 5:55 PM #

      Hi Yusuf,
      Kalau tanah memang bukan milik orang asing krn orang asing kan tidak bs punya hak milik di Indonesia.
      Adanya hak guna saja dan ada masa expiry-nya. πŸ™‚

  8. esther April 23, 2014 at 9:57 PM #

    hai hai achiedz, salam kenal! suka bgt crtnyaa. btw aku mau arrange trip ksana dlm wkt dket ini, mind me know more info about it?soalnya masih buta bgt dsana dan brp2 aja biayanya, eventhough sbnrnya bisa langsung liat ke webnya, tapi its better dpt info langsung dr pengalaman org yg pernah ksana.. πŸ™‚ may i know your contact number?

    • achiedz May 19, 2014 at 6:48 PM #

      Huah baru baca komennya hehehe…

      Senang bisa membantu! Hail Macan!
      trims sekali lagi uda mau mampir yaa… πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: